Stop Bullying

Oleh : Dina Elmaria

Kita hidup dimana kekerasan masih terjadi disekitar lingkungan kita, dimana kekerasan telah terjadi sejak berabad-abad tahun yang lalu dengan contoh pertama pembunuhan yang terjadi pada Habil oleh kakak kandungnya sendiri Qabil. Penyebab utama sebuah kekerasan  adalah untuk mendapatkan kekuasaan otoritas. Dimana fakta yang terjadi pada remaja yaitu seringkali mereka memberi gelar nama kepada temannya untuk mengolok – olok dan memberi perlakuan kekerasan seperti pemukulan agar dianggap hebat, padahal hal tersebut tidak membuat hidup mereka menjadi lebih baik dan hanya akan membuat mereka dijauhi dan ditakuti.

#psyfunfact 3

Salah satu contoh kekerasan adalah bullying. Bullying ialah sebuah perlakuan kasar baik secara fisik maupun verbal yang dapat dilakukan langsung maupun dimedia sosial. Salah satu jenis bullying yang sering terjadi ialah cyber bullying, yaitu bullying yang terjadi pada media sosial. Bullying jenis ini adalah yang paling berbahaya, karena bukan hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada remaja dan anak-anak. Remaja dan anak-anak merasa bebas melakukan bullying melalui media sosial karena tidak adanya pengawasan langsung oleh para orang dewasa.

Menurut sumber dari KPAI, terdapat 78.3% anak menjadi pelaku kekerasan dan sebagian besar karena mereka pernah menjadi korban kekerasan sebelumnya atau pernah melihat kekerasan yang dilakukan kepada anak lain dan menirunya. Hasil survey menunjukkan terdapat 3.5 juta siswa di Indonesia menjadi korban bullying setiap tahunnya. Sebanyak 71% siswa menganggap bullying sebagai masalah di sekolah mereka dan 1 dari 4 orang guru menganggap bullying sebagai hal yang wajar (Pekanbaru.tribunnews.com).

Terdapat banyak korban dari bullying, salah satunya yang terjadi pada akhir November 2016 lalu. Kasus bunuh diri yang terjadi di Texas, bunuh diri tersebut dilakukan oleh seorang gadis berumur 18 tahun yang bernama Brandy Vela. Ia membunuh diri dengan pistol disebabkan karena cyber bullying, dimana terdapat banyak pesan masuk yang berisikan ejekan karena     berat badannya. Selain itu juga terdapat akun palsu yang mengatasnamakan namanya dan akun tersebut memberikan pesan kepada orang lain untuk mengajak mereka berhubungan seksual.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh orangtua maupun pihak sekolah untuk menghentikan bullying dan menyikapi korban bullying antara lain adalah orangtua dapat memberikan batasan-batasan terhadap anak mereka dalam berinteraksi pada dunia maya untuk meminimalisir cyber bullying, memberi nasehat langsung pada pelaku bullying, menumbuhkan ajaran agama dan moral agar anak dan remaja tidak melakukan tindakan bullying, mengawasi pergaulan anak dan remaja, menumbuhkan rasa percaya diri pada korban bullying, dan membuat program yang berkaitan dengan anti bullying.

Mari kita sama-sama membasmi bullying yang terjadi disekitar kita agar anak-anak dan remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik kedepannya sehingga tidak ada lagi korban selanjutnya dari tindakan bullying tersebut.

Post Author: adminwilayahsatu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *