[Review Jurnal] The Impact of From A Model

Salah satu hal yang selalu kita alami sebagai manusia adalah perubahan. Berubah dari yang seorang anak menjadi individu yang dewasa, dari yang awalnya belum mengerti sekarang sudah memahami. Dalam setiap proses perubahan tersebut kita belajar baik dari pengalaman yang kita alami maupun dari lingkungan disekitar kita.

Tahukah kamu? Sejak kecil kita sudah belajar dari lingkungan kita, salah satu caranya adalah modelling. Albert Bandura (1986), seorang ahli psikologi menjelaskan bahwa manusia cukup fleksibel dan mampu mempelajari sikap, kemampuan, dan perilaku. Serta banyak dari pembelajaran tersebut yang merupakan hasil dari pengalaman tidak langsung. Salah satunya didapatkan dengan mengobservasi orang lain. Pengamatan kita terhadap lingkungan akan menjadi model yang membentuk perilaku yang akan kita lakukan.

Menurut Corey (2005) istilah modeling dapat diartikan sebagai belajar dengan mengamati, menirukan, belajar sosialisasi dan belajar dengan mengantikan (vicarious learning). Salah satu orang yang menjadi model kita diantaranya adalah orang tua, orang terdekat kita ataupun orang yang kita anggap penting didalam kehidupan. Jika orang tua kita suka berbicara kotor, maka anaknya juga demikian.

Adanya sebuah model merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan kita. Pada setiap tahap perkembangan,  model selalu menjadi suatu hal yang membentuk perilaku kita. Contohnya saja, ketika seorang remaja memiliki seorang idola, maka ia akan menjadikan artis atau idolanya tersebut sebagai model dari perilakunya. Pembelajaran melalui modelling ini meliputi menambahi atau mengurangi perilaku yang sedang diamati. Jadi, proses modelling tidak hanya berkaitan dengan imitasi (meniru) saja tetapi juga melibatkan aspek kognitif didalamnya.

Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, mudah sekali seorang indivu untuk dapat mencari model dari perilakunya. Ia dapat melihat dan mencari informasi baik dari televisi maupun media lainnya. Selain itu, akses internet yang mudah untuk digunakan menjadi sumber informasi tentang model. Kita dapat melihat bagaimana kabar dari orang yang kita kagumi. Orang yang berpengaruh tanpa kita sadari dapat mempengaruhi diri kita dalam membentuk sikap dalam suatu situasi. Hal ini diterangkan oleh penemuan Giled dan Maltby yang menyebutkan bahwa tokoh-tokoh dalam media massa berpotensi menjadi orang yang dianggap penting oleh remaja untuk mendapatkan identitas diri.

Namun bagaimana jika kita salah dalam memilih model? Tentu hal ini akan memberikan dampak negatif bagi diri kita sendiri. Merujuk pada contoh sebelumnya, seorang anak akan meniru perilaku orang tuanya yang suka berbicara kotor dan melakukan kekerasan. Selain itu sebuah penelitian menunjukan bahwa tayangan drama korea yang ditonton oleh remaja mempengeruhi citra diri dari remaja itu sendiri dan mempengaruhi bagaimana remaja memandang dirinya. Baik itu dari segi dalam berpenampilan,bentuk ideal tubuh, dan bagaimana remaja bersikap.

Adanya sebuah model dapat memberikan dampak yang negatif namun juga memberikan dampak positif. Model dapat membantu kita untuk meningkatkan sifat-sifat yang positif seperti penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 di Univesitas Ahmad Dahlan yang melihat apakah modelling efektif untuk meningkatkan empati, dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa modelling efektif untuk meningkatkan sifat empati. Selain itu modelling juga efektif bagi kita untuk menghilangkan kebiasaan negatif seperti merokok. Sebuah penelitian eksperimental yang dilakukan pada remaja yang merokok di SMP Ngeri 02 INDRALAYA UTARA menunjukan bahwa teknik modelling memberikan pengaruh untuk mengurangi intensitas merokok pada remaja.

Pada saat ini dari maraknya penggunaan akan sosial media kita sering dihadapkan pada informasi yang biasa kita katakan “viral“ di sosial media dan banyak dari informasi tersebut lebih mengarah pada hal-hal yang aneh dan bersifat negatif, contohnya seperti kasus pembullyan pada anak berkebutuhan khusus yang terjadi di salah satu Universitas di Indonesia, setelah itu dilanjutkan lagi kasus pembullyan terjadi kembali pada siswa SMP yang juga sempat viral di sosial media.Ini adalah salahsatu contoh dari dampak negatif dari pembelajaran “modelling “ ketika kita meniru sesuatu yang salah. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk memilih siapa yang hendaknya kita tiru untuk mnjadi model dalam hidup kita,yang akan menjadi acuan kita untuk perkembangan kepribadian kita yang positif, lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Post Author: adminwilayahsatu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *