Aku Diejeknya, Pantaskah Aku Membalasnya ?

Pada saat ini kemajuan teknologi sudah kita rasakan dimanapun kita berada. Tanpa kita sadari  hal ini memengaruhi perilaku masyarakat, baik orang dewasa maupun remaja dan anak-anak. Tidak ada batasan lagi untuk terhubung dengan orang lain di ujung dunia sana, karena kehadiran internet telah merubah cara manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya serta merubah pola manusia dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari

Tahukah kamu? Pada saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 63 juta. 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial (Kominfo.go.id, 2013). Menurut data yang didapatkan dari Webershandwick perusahaan public realtions dan pemberi jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya dan 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya perbulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile perharinya. Selain itu survei yang dilakukan Markplus Insight (www.themarketeers.com) tahun 2013 dan data resmi Kemenkominfo per tahun 2014, pengguna internet di Indonesia mencapai 75,57 juta orang dan telah mencapai 82 juta orang dimana hampir 50% penggunanya adalah remaja berusia 15-22 tahun.

93e21dee-b93c-4582-a19e-3ce93a84bad7

Disini dapat kita lihat bahwa kehidupan kita sudah terikat dengan namanya Internet. Kita beraktivitas di internet baik itu mengupload foto, mengupdate status, chatingan dan lainnya. Terkadang ada beberapa hal yang membuat kita jengkel dan bahkan marah hingga menyulut pertengkaran berupa adanya kalimat tulisan yang mengejek,ancaman ataupun bermakna intimidasi.

   Sebelum kita bahas lebih lanjut perlu kita ketahui apa sih itu cyberbullying? Nah,  didalam bahasa Indonesia Bullying memiliki arti mengintimidasi atau menganggu orang yang lemah dan melibatkan minimal dua orang. kekerasan berupa bully dapat dilakukan baik secara fisik, verbal atau apapun yang memilki makna untuk memperoleh perasaan akan superioritas dan kekuatan, serta tindakan yang dilakukan dapat berupa langsung ataupun secara tidak langsung. Istilah bullying menurut laporan SEJIWA (Yayasan Semai Jiwa Amini) belum banyak dikenal di Indonesia, kendati fenomena bullying telah lama menjadi bagian dari dinamika kehidupan disekolah-sekolah negeri ini. Sebenarnya bullying dapat ditemukan dimana-mana antara lain “Ketika ada sejumlah orang yang merasa punya kekuasaan menemukan pihak lain untuk dikuasai”. Orang lebih mengenal bullying dengan istilah pengencetan, pemalakan, pengucilan, intimidasi dan lain-lain.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Sugiariyanti menunjukkan bahwa perilaku bullying paling sering terjadi diruang kelas baik pada anak maupun remaja disekolah, namun anak melaporkan halaman sekolah menjadi lokasi kedua dimana paling sering terjadi bullying sedangkan remaja melaporkan perjalanan ke/dari sekolah menjadi lokasi kedua terjadinya bullying. Serta ia mencoba melihat bagaimana tingkat pemahaman anak pada perilaku bullying dan diperoleh hasil sebesar 70% termasuk kategori sedang, 25% pemahamannya rendah dan 5% dari sampel pemahamannya termasuk tinggi. Sebesar 90% dari sampel remaja pemahamannya termasuk kategori sedang, 5% tinggi dan 5% rendah.

Meskipun dari penelitian tersebut dapat kita lihat bahwa anak sudah memahami mengenai bully itu sendiri Tentunya perilaku cyberbullying tidak baik dilakukan meskipun kita merasakan perasaan amarah ataupun merasa jengkel, ataupun salah satu motivasi kita adalah untuk bercanda. Karena tanpa kita sadari terkadang apa yang telah kita lakukan juga akan memberikan dampak tertentu pada individu yang kita bully dan mungkin saja akan mempengaruhi pikirannya. Cyberbullying atau kekerasan yang dilakukan didunia maya memiliki dampak negatif yang mengakibatkan korban merasakan depresi, tidak berdaya, merasa terisolasi, diperlakukan tidak manusiawi dan tidak berdaya keika diserang. Bahkan, dampak dari cyberbullying pada korban tidak hanya terhenti pada depresi saja melainkan dapat mendorong seseorang itu untuk melakukan bunuh diri.

So, sebelum kamu berkomentar ataupun mengirim pesan baik berupa tulisan atau gambar, alangkah baik nya kita berpikir terlebih dahulu. Apakah tulisan saya ini menyinggung orang yang dituju? Atau apakah apa yang saya lakukan ini akan menyakiti si penerima? Mari kita tingkatkan diri kita untuk selalu berpikir terlebih dahulu untuk melakukan sesuatu termasuk kepada aktivitas kita didunia maya.

Post Author: adminwilayahsatu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *